SYBLI.COM Pameran Foto-foto pemenang PFI Award 2009 sungguh menampilkan karya-karya jurnalistik yang cerdas, tepat guna, dan penguasaan teknologi yang mumpuni.
Membandingkan karya-karya Pewarta Foto Indonesia (PFI) dengan foto-foto di katalog World Press Photo (WPP) yang kelas dunia, mutu tak ada bedanya. Yang terasa beda panggung saja: PFI Cuma di Indonesia, WPP seluruh dunia.
Secara umum, mutu foto jurnalistik Indonesia sudah setaraf dengan mutu foto jurnalistik secara umum di era ini, yaitu secara cepat bisa menyampaikan informasi sambil pembaca merasakan humor, ironi, dan bahkan rasa haru.
Menyaksikan foto terbaik Anugerah PFI 2009, yaitu ‘Jenazah Guru Bangsa’ karya Trisnadi Marjan (Associated Press), walau peristiwanya sudah berlangsung beberapa pekan lalu, banyak yang masih merasa terharu. Bahkan, seorang pengunjung tampak meneteskan air mata di depan foto itu pada pameran yang berlangsung di Galeri Nasional, Jakarta.
Kalaupun kritik boleh dilontarkan, barangkali cuma masalah pengategorian pemenang saja. Kategori hukum dan politik rasanya tidak perlu dipisahkan. Lalu, dalam kategori olahraga, foto-foto pemenang justeru lebih tepat disebut foto human interest. Bagaimanapun, semangat foto olahraga adalah pada kegiatan olahraga itu sendiri. Juga, pada masa mendatang perlu dipikirkan adanya kategori portrait yang sesungguhnya salah satu roh utama foto jurnalistik.
PFI sudah digagas sejak 1992, tetapi baru resmi berorganisasi sejak 1998, bisa dikatakan masih seumur jagung. Namun, kalau penghargaan seperti PFI Award bisa dilangsungkan secara teratur, PFI akan mampu menjadi standar foto jurnalistik Indonesia.
PEMENANG FOTO JURNALISTIK TERBAIK 2009
Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI)
FOTO JURNALISTIK TERBAIK 2009
‘Jenazah Guru Bangsa’
Trisnadi (Kantor Berita Associated Press)
KATEGORI EKONOMI
I. Terkena Imbas
Yudhi Sukma Wijaya (Harian Jakarta Globe)
II. Berebut Handphone Murah
Irwin Fedriansyah (Kantor Berita Associated Press)
III. Buruh Tani
Lasti Kurnia (Harian Kompas)
KATEGORI SENI & BUDAYA
I. Omedan
Made Nagi (Kantor Berita EPA)
II. Menata Imaji Kota Bawah Air
Lasti Kurnia (Harian Kompas)
III. Musik untuk yang Sakit
Arif Nugroho (Harian Seputar Indonesia)
KATEGORI OLAH RAGA
I. Jakmania
Agus Susanto (Harian Kompas)
II. Selam Massal Guinness World Record
Lasti Kurnia (Harian Kompas)
III. Terjun Anti Korupsi
Bagus Indahono (Kantor Berita EPA)
KATEGORI SOSIAL
I. Melepas Calon Haji
Rahmad Suryadi (Harian Seputar Indonesia)
II. Takut Ombak
Crack Palinggi (Kantor Berita Reuters)
III. Pengungsi Rohingya
Taufik Kurahman (Freelance)
KATEGORI POLITIK
I. Jenazah Guru Bangsa
Trisnadi (Kantor Berita Associated Press)
II. Berpartisipasi
Yusuf Ahmad (Kantor Berita Reuters)
III. Riasan Terakhir Ibu Menteri
Sumaryanto Bronto (Media Indonesia)
KATEGORI HUKUM
I. Ciuman
P.J. Leo (The Jakarta Post)
II. Untuk Munir
Fanny Octavianus (Kantor Berita Antara Foto)
III. Mengejar Anggodo
Subekti (Tempo News Room)
KATEGORI ESSAI FOTO
I. Gusuran Cilincing
Desmunyoto P Gunadi (Harian Jurnal Nasional)
II. Mengejar Si Raja Hutan
Irwin Fedriansyah (Kantor Berita Associated Press)
III. Operasi Pekat
Chalid Nasution (Zuma Press)
Oleh Arbain Rambey (Ketua PFI 1998-2001)

