Jember kembali menjelma menjadi kota karnaval. Tahun ini Jember Fashion Carnaval (JFC) hadir dengan tema ‘World Treasure’.
Acara tahunan yang yang menggelar catwalk jalanan sepanjang 3.6 km itu tidak kehilangan pesonanya. Dari tahun ke tahun menghadirkan warna baru yang menyegarkan mata. Kali ini para defile mengenakan kostum Toraja, Dream Sky, Apocalypse, Kabuki, Mongol, Kaktus, Voyage, Butterfly, dan Thailand.
Diperkuat empat mahasiswa Universitas Negeri Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Tim Toraja tampil cukup memukau. Beberapa peserta memakai topi berupa replika rumah adat Tana Toraja. Warna kuning emas berkilauan dari kostum Tim Thailand menarik perhatian para penonton.
Selanjutnya, melintas peserta yang mengenakan penutup kepala berbentuk pagoda khas Thailand. Rangkaian gabus dan kayu yang disusun indah itu membuat mata yang melihat hampir tak berkedip.
Tak hanya itu, penampilan pasukan perang dalam tema Mongol disajikan secara teaterikal layaknya pasukan Genghis Khan. Para peserta yang berkostum perang tersebut dikawal para prajurit yang membawa bendera atau panji-panji dan diiringi musik perang khas dataran Tiongkok.
Yang menjadi sorotan dalam JFC setiap tahun adalah peserta yang mendesain sendiri kostum yang mereka kenakan. ”Saya memanfaatkan barang-barang bekas yang tidak terpakai. Tidak mahal kok. Tinggal pintar-pintar menyiasatinya,” tutur Putri, salah seorang peserta Dream Sky.
Desain kostum peserta JFC juga melalui proses penjurian beberapa hari sebelum hari H. ”JFC adalah ajang spektakuler fashion carnival on the street dengan konsep kostum tren fashion dunia. Peserta tampil dengan hasil rancangan sendiri. Kami ingin memadukan budaya seni tradisi lokal dengan fashion tingkat dunia,” ujar Presiden JFC Dynand Fariz.
Dynand menuturkan, antusias masyarakat untuk menjadi peserta dalam JFC cukup tinggi, bahkan anak-anak ingin berpartisipasi dalam "World Fashion Carnival" tersebut.
"Sebanyak 40 siswa Taman Kanak-Kanak (TK) di Jember berpartisipasi dalam acara JFC tahun ini, sehingga kami akan meresmikan `JFC Kids` untuk digelar tiap tahun," ujarnya.
Menurut dia, karnaval mode Jember tersebut terinspirasi konsep karnaval Rio de Janeiro di Brasil, namun dalam JFC terdapat keunikan tersendiri dalam busananya."Busana yang digunakan model JFC merupakan rancangan mereka sendiri, sedangkan khusus`JFC Kids` yang merancang adalah orang tua mereka." Nury Sybli

